Batuan
dalam kehidupan ini sungguh tajam yang kurasakan ayah, bahkan lautpun tak mampu
untuk memecahkannya.
Terkadan aku berfikir mengapa aku tak mampu
melewati batuan tajam itu?
Sedangkan banyak burung asik terbang tanpa harus
susah untuk melewatinya?
Ibu.. aku tau terkadang aku diluar batas
kemampuanku.
Aku sering menginginkan yang belum pantas ku
miliki. Bahkan tak harus kumiliki.
Ibu.. mengapa aku sekarang begitu egois,?
Aku tak seperti diri sendiri lagi????
Mungkin akibat aku terluka terkena tajamnya batu
kehidupan itu.
Jujur ayah, begitu sakit yang aku rasakan saat ini
terkena batu tajam itu
Jujur ibu, aku ingin menagis seperti dulu aku
masih minum air susumu.
Ayah ibu,
melintasi kehidupan ini sungguh membuatku takut.
Aku takut aku akn menjadi pengemis kedamaian dan
Aku takut akan menjadi pecundang dunia.
Ayah ibu
tuntun aku melewati batu tajam itu….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar