Senin, 15 Juli 2013

puisi tanpa sajak (ayah ibu part II)



394688_343717918987037_1683584863_n.jpgBatuan dalam kehidupan ini sungguh tajam yang kurasakan ayah, bahkan lautpun tak mampu untuk memecahkannya.
Terkadan aku berfikir mengapa aku tak mampu melewati batuan tajam itu?
Sedangkan banyak burung asik terbang tanpa harus susah untuk melewatinya?
Ibu.. aku tau terkadang aku diluar batas kemampuanku.
Aku sering menginginkan yang belum pantas ku miliki. Bahkan tak harus kumiliki.
Ibu.. mengapa aku sekarang begitu egois,?
Aku tak seperti diri sendiri lagi????
Mungkin akibat aku terluka terkena tajamnya batu kehidupan itu.
Jujur ayah, begitu sakit yang aku rasakan saat ini terkena batu tajam itu
Jujur ibu, aku ingin menagis seperti dulu aku masih minum air susumu.
Ayah ibu,  melintasi kehidupan ini sungguh membuatku takut.
Aku takut aku akn menjadi pengemis kedamaian dan Aku takut akan menjadi pecundang dunia.
Ayah ibu  tuntun aku melewati batu tajam itu….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar