Remaja
Remaja saat ini berada dalam suatu
proses perubahan masyarakat global. Dalam proses globalisasi ini bagaimana
remaja memerankan posisi dan tanggung jawab dalam gerak perubahan yang begitu
cepat dan instan ?
Wujud
dan kondisi masa depan remaja terletak pada kesiapan dan kemampuan
fisik,intelektual,spiritual dan keterampilan generasi muda masa kini. Remaja
sebagai bagian dari generasi muda pada umumnya adalah sumber daya manusia dan
sumber tenaga kerja, kemajuan masa depan sangat tergantung pada generasi muda
dengan semangat,daya juang (etos kerja) yang tinggi dan daya pikir yang kuat
dan sehat baik aspek intelektual dan spiritual (keimanan). Artinya remaja
sangat diperlukan untuk mewujudkan pembangunan yang bermoral.
Sejalan
dengan perkembangan globalisasi remaja pada masa pubertas ini terkadang
melalaikan perkembangan spiritual yang
menjadi tidak terkontrol. Ada beberapa sebab akan hal ini, antara lain :
perkembangan IT (informasi teknologi) yang sangat cepat dan tanpa batas yang
mungkin bertentangan dengan budaya dan pandanagan bangsa kita dan tidak
mustahil berdampak pada krisis nilai nilai spiritual berupa alienasi dan
dehumanisasi. Alienasi adalah terjadinya kerengganagn hubungan manusia denagn
Tuhan, hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan alam..
sedangkan dehunamisasi merupakan akibat pembangunan yang lebih mengutamakan
kepentingan praktis-pragmatis dan mengabaikan nilai-nilai dan harkat martabat
mausia.selain itu remaja dapat terjebak kearah westernisasi.
Adapun
sikap yang perlu dimiliki remaja dalam menghadapi globalisasi adalah yang
paling uta berpegang teguh pada agama. Para remaja boleh menerima ide-ide
modern yang datang dari luar untuk kebutuhan modernisasi dan menolak
unsur-unsur westenisasi. Modernisasi diperlukan untuk menunjang intelektual
remaja dan menambah kemampuan social.
Disini
niat penulis menulis tentang remaja hanya untuk mengingatkan agar para remaja
untuk selalu pada ajaran agama yang para remaja yakini. Agar para remaja bisa
terus berkarya dengan intelektual dan spiritual.
Sumber : Djalaludin , Ramayulis ,1998, Pengantar Ilmu Jiwa Agama, Kalam Mulia,
Jakarta
Pulungan,J Suyuthi, 2002, Universalisme Islam, PT Moyo Segoro
Agung, Jakarta